Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
"Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?".
Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
"Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan".
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Bahan Renungan :
Sebagai manusia, tanpa sadar, mungkin kita pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.
Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan
Anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.
Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.
Wednesday, February 27, 2013
Haa Hii : Cita-citaku
guru: siti kalo udah besar mau jadi apa nak?
Siti: jadi polwan bu, biar bisa nolong ibu kalo ada yang mau rampok ibu.
Guru: trima kasih siti kamu baik banget, trus kamu mau jadi apa aryo?
Aryo: mau jadi dokter bu, kalo ibu di rampok trus luka, biar aryo yang ngobatin ibu, gratis buat ibu.
guru: kamu memang baik hati sudah mau nolong ibu, trima kasih yah.. Trus kamu mau jadi apa slamet?
Slamet: mau jadi tukang gali kuburan bu, kalo siti sama aryo ga bisa nolong ibu, trus ibu mati, tenang udah slamet siapin deh kuburan buat ibu, ga usah bayar bu, GRATIS deh buat ibu.
Guru:€melotot nelen penghapus
Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.
Siti: jadi polwan bu, biar bisa nolong ibu kalo ada yang mau rampok ibu.
Guru: trima kasih siti kamu baik banget, trus kamu mau jadi apa aryo?
Aryo: mau jadi dokter bu, kalo ibu di rampok trus luka, biar aryo yang ngobatin ibu, gratis buat ibu.
guru: kamu memang baik hati sudah mau nolong ibu, trima kasih yah.. Trus kamu mau jadi apa slamet?
Slamet: mau jadi tukang gali kuburan bu, kalo siti sama aryo ga bisa nolong ibu, trus ibu mati, tenang udah slamet siapin deh kuburan buat ibu, ga usah bayar bu, GRATIS deh buat ibu.
Guru:€melotot nelen penghapus
Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.
Subscribe to:
Posts (Atom)